Selasa, 25 Agustus 2015

Wanita Syurga Bidadari Dunia







Arghhhhhh, Rasanya gatal tangan ini ingin menulis. Ini maaf ya, mungkin ada yang akan tersinggung ketika aku menulis ini. Ini gara-gara ada temen facebook yang “maaf” sering upload foto dia yang seksi. Cantik sebenarnya sih, lalu apa masalahnya? Ini karena dia sering pasang foto yang syur jadilah dia bahan pelecehan nafsu temen2 fb yang lain. Kok bisa tahu? Karena dia sendiri yang posting kok. Mungkin ingin orang-orang itu berhenti melecehkan dia. Ahhh miris. Antara kasihan dan gimana ya?

Niatnya sihh ngasih nasihat yang baik tapi sepertinya salah cara. Hehehe. Jadilah seperti aku menghujat. Dari awal udah minta maaf trus dilampiri Q.S Al Ahzab ayat 59

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Siapa aku? jilbab sendiri saja belum bener. Tapi lagi-lagi aku ingat bahwa kita disuruh tolong menolong dalam kebaikan. Jawaban temenku adalah makasih ceramahnya(aku sih niatnya bukan ceramah) tapi disini dilarang pake jilbab, agama dan adatnya orang sini sangat kental. Oke. Speechless donk akunya. Ahhh karena terkadang wanita itu lupa bahwa mereka begitu berharga.

Kamu berharga sayang, jadi jangan buang itu dari diri kamu. Itulah kenapa wanita adalah fitnah bagi laki-laki. Kamu pilih mana antara intan atau arang? Kok nyambungnya kesini sih? Iya, biar kita bisa bedain mana yang baik dan buruk. Intan dana rang ternyata punya komponen penyusun yang sama lo guys. Sama-sama dari karbon tapi, bisa dibedain dong mana yang murahan mana yang mahal. Arang proses pembuatannya gampang tinggal bakar saja kayu lantas dijadikan arang. Tapi intan? Dia tersembunyi, yang mengambil haruslah terampil dia terbentuk setelah menghabiskan waktu yang cukup lama. Dan dia tentu lebih bernilai.

Atau coba saja kita liat dagangan yang dijajakan penjual pastilah kita pilih yang ada kemasannya. Cantik dan lebih bernilai bukan? Begitu pula muslimah. Mereka cantik karena akhlaknya. Ahhh itu baca yang diatas donk. “Kecantikan wanita ada pada akhlaknya”

Lagi-lagi soal akhlak. Jangan lupa ya rasululloh diutus untuk menyempurnakan akhlak. Siapa yang tidak kenal rasululloh? Siapa yang tidak kenal akhlaknya? Bahkan rasa malunya rasululloh jauh lebih baik daripada wanita yang dipingit. Kok bisa? Rasululloh itu sangat lembut sangat pemalu. Kalau gak percaya coba saja pelajari sejarah rasululloh beserta sifat-sifatnya. Kenapa ini penting sekali? Sama seperti rasa malu guys. Ketika kamu tidak punya malu maka lakukanlah sesukamu. Jadi malu adalah sebagian dari akhlak itu sendiri.

Kamu sendiri yang menilai, mau dihargai berapa. Maaf, kalo lagi-lagi ada yang tersinggung. Jelas ini saya sengaja. Jadi kalau kamu keluar dari rumah pakai pakaian yang aduhai kemudian banyak yang jelalatan atau godain kamu, Kamu gak boleh marah donk, iyakan? Mereka punya mata untuk melihat kok. Kasihanilah kaum pria juga yang susah payah menahan pandangan ehh malah disodorin. Dosa iya rugi iya dilewatin kan sayang. Agak geli ketika ada yang bilang hak aku lah mau pakai apa juga. Harusnya laki-laki itu yang jangan kurang ajar. (Coba dibalik deh) kalau kamu diposisi kaum pria masih sanggup ngomong kayak gitu?

Sesuai judulnya wanita syurga bidadari dunia. Mungkin ada yang pernah denger percakapan ini? Ya percakapan antara rasululloh dengan Ummu Salamah. Pasti banyak yang pernah denger kan? Syukurlah, jadi aku hanya akan mengulang.

“Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.” 
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.” 
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23) 
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara dikedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.” 
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70) 
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita” 
Saya berkata lagi, "Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49) 
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada dibagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur. 
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37) 
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal didunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.” 
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” 
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak."                                           
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” 
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” 
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya disurga?” 
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku didunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

Yukkkk, bayangin kita lebih utama dari bidadari syurga. Hayooo buat yang perempuan mau nggak??? Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan untuk bisa melakukan itu cobalah lebih menghargai diri sendiri. Bukan berarti aku yang berjilbab lebih baik dari kamu yang belum, bukan seperti itu. Bukan berarti pula akhlak kami lebih baik. 

Segala sesuatu tergantung dari niat kita kan? Aku Cuma menyampaikan apa yang aku tahu. Berharap sesama muslimah bisa berproses sama-sama menuju lebih baik. Menjadi wanita yang bidadari saja cemburu padamu (Salim A. Fillah) hayo mungkin ada yang pernah baca bukunya. Recommended deh bagi yang belum baca. Mari mencari keberkahan bersama ukh, bukan maksud aku ceramah atau mungkin menghakimi kamu. Aku yakin kamu cukup cerdas untuk mengambil hikmahnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu baca coretan aku yang ngelantur kesana kemari.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 











Tidak ada komentar:

Posting Komentar