Jumat, 16 Oktober 2015

Untukmu Calon Imamku



Untukmu calon imamku,

Kutulis kisah ini di malam-malam ku yang panjang

Bagai goresan getar hati dlm rindu yang tertahan

Untukmu, seseorang yang akan menemaniku di masa depan

Kamu, siapa kamu?

Siapa namamu?

Dimana kamu berada?

Aku menanti mu bersama semua pengabdianku yang tertunda

Bersama segenap cinta yang tak akan sempurna

Bila engkau tak kunjung hadir dihadapanku


Untukmu calon imamku,

Yang aku tidak tahu dimana engkau berada

Suatu saat bila kau datang,

Tolong cintai aku karna allah

Bimbinglah aku,

Jadilah imam dalam sholatku

Izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum diwajah teduhmu

Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat di dalam hati dan pikiranmu


Untukmu calon imamku,

Yang entah sedang apa

Ketahuilah aku ini adalah orang asing bagimu

Nanti, terangkanlah apa-apa yang tidak aku mengerti darimu

Terangkanlah apa-apa yang tidak engkau sukai

Agar aku bisa mengenalmu secara utuh


Untukmu calon imamku,

Yang sedang memantaskan dirinya di hadapan allah

Ketahuilah bahwa aku disini selalu menantimu di dalam taat

Menanti untuk menjadi belahan jiwamu

Menanti untuk menjadi penyejuk hatimu

Selasa, 25 Agustus 2015

Wanita Syurga Bidadari Dunia







Arghhhhhh, Rasanya gatal tangan ini ingin menulis. Ini maaf ya, mungkin ada yang akan tersinggung ketika aku menulis ini. Ini gara-gara ada temen facebook yang “maaf” sering upload foto dia yang seksi. Cantik sebenarnya sih, lalu apa masalahnya? Ini karena dia sering pasang foto yang syur jadilah dia bahan pelecehan nafsu temen2 fb yang lain. Kok bisa tahu? Karena dia sendiri yang posting kok. Mungkin ingin orang-orang itu berhenti melecehkan dia. Ahhh miris. Antara kasihan dan gimana ya?

Niatnya sihh ngasih nasihat yang baik tapi sepertinya salah cara. Hehehe. Jadilah seperti aku menghujat. Dari awal udah minta maaf trus dilampiri Q.S Al Ahzab ayat 59

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Siapa aku? jilbab sendiri saja belum bener. Tapi lagi-lagi aku ingat bahwa kita disuruh tolong menolong dalam kebaikan. Jawaban temenku adalah makasih ceramahnya(aku sih niatnya bukan ceramah) tapi disini dilarang pake jilbab, agama dan adatnya orang sini sangat kental. Oke. Speechless donk akunya. Ahhh karena terkadang wanita itu lupa bahwa mereka begitu berharga.

Kamu berharga sayang, jadi jangan buang itu dari diri kamu. Itulah kenapa wanita adalah fitnah bagi laki-laki. Kamu pilih mana antara intan atau arang? Kok nyambungnya kesini sih? Iya, biar kita bisa bedain mana yang baik dan buruk. Intan dana rang ternyata punya komponen penyusun yang sama lo guys. Sama-sama dari karbon tapi, bisa dibedain dong mana yang murahan mana yang mahal. Arang proses pembuatannya gampang tinggal bakar saja kayu lantas dijadikan arang. Tapi intan? Dia tersembunyi, yang mengambil haruslah terampil dia terbentuk setelah menghabiskan waktu yang cukup lama. Dan dia tentu lebih bernilai.

Atau coba saja kita liat dagangan yang dijajakan penjual pastilah kita pilih yang ada kemasannya. Cantik dan lebih bernilai bukan? Begitu pula muslimah. Mereka cantik karena akhlaknya. Ahhh itu baca yang diatas donk. “Kecantikan wanita ada pada akhlaknya”

Lagi-lagi soal akhlak. Jangan lupa ya rasululloh diutus untuk menyempurnakan akhlak. Siapa yang tidak kenal rasululloh? Siapa yang tidak kenal akhlaknya? Bahkan rasa malunya rasululloh jauh lebih baik daripada wanita yang dipingit. Kok bisa? Rasululloh itu sangat lembut sangat pemalu. Kalau gak percaya coba saja pelajari sejarah rasululloh beserta sifat-sifatnya. Kenapa ini penting sekali? Sama seperti rasa malu guys. Ketika kamu tidak punya malu maka lakukanlah sesukamu. Jadi malu adalah sebagian dari akhlak itu sendiri.

Kamu sendiri yang menilai, mau dihargai berapa. Maaf, kalo lagi-lagi ada yang tersinggung. Jelas ini saya sengaja. Jadi kalau kamu keluar dari rumah pakai pakaian yang aduhai kemudian banyak yang jelalatan atau godain kamu, Kamu gak boleh marah donk, iyakan? Mereka punya mata untuk melihat kok. Kasihanilah kaum pria juga yang susah payah menahan pandangan ehh malah disodorin. Dosa iya rugi iya dilewatin kan sayang. Agak geli ketika ada yang bilang hak aku lah mau pakai apa juga. Harusnya laki-laki itu yang jangan kurang ajar. (Coba dibalik deh) kalau kamu diposisi kaum pria masih sanggup ngomong kayak gitu?

Sesuai judulnya wanita syurga bidadari dunia. Mungkin ada yang pernah denger percakapan ini? Ya percakapan antara rasululloh dengan Ummu Salamah. Pasti banyak yang pernah denger kan? Syukurlah, jadi aku hanya akan mengulang.

“Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.” 
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.” 
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23) 
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara dikedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.” 
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70) 
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita” 
Saya berkata lagi, "Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49) 
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada dibagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur. 
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37) 
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal didunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.” 
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” 
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak."                                           
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” 
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” 
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya disurga?” 
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku didunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

Yukkkk, bayangin kita lebih utama dari bidadari syurga. Hayooo buat yang perempuan mau nggak??? Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan untuk bisa melakukan itu cobalah lebih menghargai diri sendiri. Bukan berarti aku yang berjilbab lebih baik dari kamu yang belum, bukan seperti itu. Bukan berarti pula akhlak kami lebih baik. 

Segala sesuatu tergantung dari niat kita kan? Aku Cuma menyampaikan apa yang aku tahu. Berharap sesama muslimah bisa berproses sama-sama menuju lebih baik. Menjadi wanita yang bidadari saja cemburu padamu (Salim A. Fillah) hayo mungkin ada yang pernah baca bukunya. Recommended deh bagi yang belum baca. Mari mencari keberkahan bersama ukh, bukan maksud aku ceramah atau mungkin menghakimi kamu. Aku yakin kamu cukup cerdas untuk mengambil hikmahnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu baca coretan aku yang ngelantur kesana kemari.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 











Jumat, 21 Agustus 2015

Trip To Candi Gedung Songo

Trip to Candi Gedung Songo
Yuhuuuuu.. Liburan setelah lebaran dan kami(Aku, Vita, Sally, dan Lilik) bingung mau kemana. Akhirnya terpilihlah Candi Gedung Songo. Sekalian refresh otak lihat yang hijau-hijau. Sejauh mata memandang adalah bukit dan dibelakangnya ada gunung Ungaran nan eksotis. Seperti melantunkan kata kapan kamu kesini nis?
  daebakkk
Sebelum ke candi kami silaturahmi ke tempat kerja nya si lilik. Kasihan dong belum sempet silaturahmi karna jauh. Asli jauh banget, jalannya behhhhh.. tapi abis sampai suka sihh rumah nya adem banget

            teteplah kita mah emang narsis
Lanjut ke candi perjalanan pertama serasa gak kuat cin.. Naiknya itu lohhh. But, enjoy this trip..

Fotonya yang lain lupa naruhnya guys. Sepertinya di notebook deh.. mianhe.. dikit aja yang di upload ya

My life my adventure
Serukan??? Masih adalagi guys tapi beda moment. Masih di Candi Gedung Songo. Kalo yang ini ikutan klub Jatengmotoblog.com. Sayangnya temenku yang pake jilbab pink gak ikutan guys, dia malah nge-camp di mawar. Ehhh disamperin kesono macet gak bisa turun si dia. Ya sudah.. Maaf ya vita gak ada fotonya kamu.. #ehhh
Nah berhubung ikutan touring banyak banget punggawa yang ikutan lohhh.. Check it out!





                    copyright jatengmotoblog.com

         Asikkkkk.. besok kalo touring aku diajak lagi ya…


                           Sapinya ikutan eksis


Tiketnya yang pertama malah dikasih petugasnya, ini trip kedua tak save kok tenang saja

Angon putu *ehhhh

Nahhh kalo yang ini semua lagi pada jadi komentator orang pacaran 
#entahlah

Sidomukti guys, tapi Cuma sebentar sihhh liat sunset

Sejauh mata memandang


Pokonya seru banget guys. Gak ada kata-kata yang bisa menggambarkan selain subhanalloh, amazing, daebakkk.. Tuhh liat ciptaan seindah ini kok dilewatin. Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat. Kapan, kita kemana??? Hahaha.. Kalau ada yang mau touring ajak2 lagi lah kita.. :D 

Nikah Yang Tak Dirindukan


Karena baru saja nonton syurga yang tak dirindukan, akhirnya ambil judul yang gak jauh-jauh dari yang tak dirindukan. Hehehe. Bagi yang tidak berkenan monggo. Silakan ditutup kembali tulisan saya ini. Well, saya merindukan menikah tapi kenapa tulisan saya malah berbicara tentang nikah yang tak dirindukan? Sebenarnya ini adalah karna keprihatinan saya menghadapi problem masyarakat saat ini yang banyak “latah”. Fenomena yang jujur saja bikin saya mengelus dada. :O

Tanya kenapa?? Banyak sekali lingkungan saya yang sepertinya ikutan trend masa kini. Kalau trend nya adalah perkara yang manfaat mungkin saya adalah yang pertama mengikuti. But, ini adalah trend yang buruk, salah kaprah dan jujur saja contoh yang buruk bagi anak-anak kecil jaman sekarang.

Apa ituhhh??? Married by accident… Yuppppssss. Let me tell you dear menikah karna kecelakaan (read: hamil duluan) bagaimana hukumnya?

Mungkin banyak yang tahu. Saya hanya ingin memperjelas. Ahhhh lagi-lagi mengulang kisah masa lalu. Maaf saya bukan hamil diluar nikah ya. Ini hanya kebodohan saya saja karna pacaran. Sekali lagi pacaran ya. Bukan melakukan hal yang aneh2. Nahh to pasti banyak yang negative thinking kalau cuman pacaran kenapa harus menyesal? Dengan lebay bilang kebodohan saya.

Well, pacaran itu adalah kebodohan buat saya. Kok bisa? Iya itu adalah sarana saya untuk berzina. Zina mata, zina hati, zina perbuatan. Zina mata karna sering senyum-senyum sendiri melihat sang pujaan hati. Zina hati karna hatiku hanya memikirkan dia saja. Zina perbuatan kacaunya kenapa mau-maunya saya jadi pacar dia. Ya kali dia ngelamar saya dengan gentle ini ngajakin pacaran diam-diam. Gila kan?? Mau-maunya.

Maaf bukan buka aib diri sendiri tapi bisa dibilang ini buat pembelajaran buat yang lain. Lalu, apa yang saya lakukan sama dia sampai sebegitu menyesalnya saya? Namanya pacaran diam-diam ya sudah gak ada yang namanya jalan bareng. Komunikasi via sms sama telp. Ini pacaran sama orang apa operator? Tuhh gini aja nyeselnya selangit apalagi pacaran heboh sambil panggil papa mama di sosmed bayangin aja tuh kalo putus udah jadi duda-janda kali ya statusnya?

Well, back to the topic. Allahh Ta’ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)

See guys? Mendekati saja dilarang lo. Jangan percaya kalo ada yang ngajakin pacaran apalagi pacaran syar’i. Mana ada pacaran syar’i? bodohnya saya(sambil geleng-geleng kepala) benar juga ketika ada yang bilang : Jatuh hati bikin orang jadi buta hati. Yang terlihat hanya tentang dia. Gak peduli mana yang haq mana yang bathil. Apalagi yang perempuan hati-hati ya sayang, saya bilang kayak gini bukan biar makin banyak temen yang jomblo tapi karna kamu adalah saudara saya yang harus saya cintai. Ketika salah maka harus dinasehati. Bukankah kita disuruh tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa? Ahhh indahnya islam yang perkara seperti ini saja diatur sedemikian rupa.

Ahhh teringat ketika akhirnya saya melepaskan dia. We break up. Gara-gara baca di sosmed statusnya ustadz felix siouw. Ada yang tahu? Itu lohhh penulis udah putusin ajahhh. Serius gara-gara itu seminggu kemudian langsung tak putusin lo mas’e ganteng. Hebat ya? Sayang nya kenapa baru tahu tuhh tulisan sih setelah sekian lama. Perlu banyak pemikir seperti ituu di Indonesia. Atau Darwis tereliye yang bilang dengan sindirannya dan masih banyak buku sebenarnya yang membahas masalah seperti ini Burhan shodiq atau salim a fillah ect, sayang nya kebanyakan kita gak tahu atau pura-pura gak tahu. Hidup hidup gue siapa lo? Hahaha.

Lalu bagaimana nih kalo udah kejadian? Hamil duluan trus karna ketahuan hamil lantas nikah? Well 2 tahun yang lalu dalam sebuah forum pengajian menjelang berbuka yang diadain sama remaja masjid desa kragilan saya masih ingat saat itu mengundang salah satu penghulu yang ada di kecamatan mojosongo. Dalam ceramahnya beliau banyak mengatakan tentang data-data statistik orang yang menikah karna hamil duluan yang masya alloh nilainya sungguh mencengangkan. Beliau juga menghimbau untuk para remaja agar lebih berhati-hati lagi. Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali. Kemudian saya iseng bertanya lalu bagaimana hukumnya sah tidak menikahkan orang yang hamil tersebut.

Saya ingat waktu itu jawaban yang beliau sampaikan adalah sah asalkan orang yang menikahi adalah orang yang menghamili. Jujur saja jawaban itu malah bikin saya tercengang. Lantas ketika kita menghimbau untuk tidak menikah karna hamil duluan tapi melegalkan pernikahan seperti itu apa tidak lucu. Melarang tapi melegalkan? Maaf bukannya saya gak mau percaya sama ulama’ yang berbicara. Mungkin memang saya tidak sependapat saja.

Tapi alasan yang beliau sampaikan cukup masuk akal. Untuk menutupi aib keluarga maka sebaiknya segera dilakukan pernikahan. Lantas, ketika kita tahu itu adalah aib kenapa masih juga melakukan? Bengong saya. Bagi saya akan sangat lucu ketika kita melarang seseorang melakukan sesuatu tapi kita melakukannya. Well, jadi boleh tidak nikah ketika hamil? Ternyata memang ada perbedaan pendapat di antara kalangan para ulama’ mengenai hal tersebut. Ada yang memperbolehkan ada yang tidak.

Silakan terserah kalian mau pilih yang mana. Tapi kalau saya mungkin lebih setuju dengan pendapat yang kedua. Why? Karena menurut saya lebih logis. Ketika hukuman bagi para pezina yang belum menikah adalah cambuk seratus kali dan bagi yang telah menikah adalah dirajam sampai mati. Mana mungkin segampang itu dinikahkan? Mungkin karna dasar yang dipakai negara ini bukan hukum islam ya. Entahlah.

Saya ambil kan sedikit kutipan saja. Mengenai hukum menikahi wanita yang telah dizinai, maka ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Sebagian ulama mengatakan bahwa menikahi wanita tersebut dinilai sah. Sebagian ulama lainnya melarang hal ini. Di antara ulama yang melarangnya adalah Imam Ahmad. Pendapat ini didukung kuat dengan firman AllahTa’ala,

الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An Nur: 3)

Jika seseorang mengetahui bahwa wanita tersebut adalah wanita yang telah dizinai, maka ia boleh menikahi dirinya jika memenuhi dua syarat:

Pertama: Yang berzina tersebut bertaubat dengan sesungguhnya pada Allah Ta’ala.

Kedua: Istibro’ (membuktikan kosongnya rahim).

Jika dua syarat ini telah terpenuhi, maka wanita tersebut baru boleh dinikahi. Dalil yang mengharuskan adanyaistibro’ adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ وَلاَ غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً

“Wanita hamil tidaklah disetubuhi hingga ia melahirkan dan wanita yang tidak hamil istibro’nya (membuktikan kosongnya rahim) sampai satu kali haidh.”[3][4]

Ringkasnya, menikahi wanita yang telah dizinai jika wanita tersebut betul-betul telah bertaubat pada Allah dan telah melakukan istibro’ (membuktikan kosongnya rahim dari mani hasil zina), maka ketika dua syarat ini terpenuhi boleh menikahi dirinya dengan tujuan apa pun. Jika tidak terpenuhi dua syarat ini, maka tidak boleh menikahinya walaupun  dengan maksud untuk menutupi aibnya di masyarakat. Wallahu a’lam.[5] –Demikian Fatwa Asy Syabkah Al Islamiyah-.

Simpulannya, konsekuensi dari menikahi wanita hamil adalah nikahnya tidak sah, baik yang menikahinya adalah laki-laki yang menzinainya atau laki-laki lainnya. Inilah pendapat terkuat sebagaimana yang dipilih oleh para ulama Hambali dan Malikiyah karena didukung oleh dalil yang begitu gamblang. Bila seseorang nekad menikahkan putrinya yang telah berzina tanpa beristibra’ terlebih dahulu, sedangkan dia tahu bahwa pernikahan itu tidak boleh dan si laki-laki serta si wanita juga mengetahui bahwa itu adalah haram, maka pernikahannya itu tidak sah. Bila keduanya melakukan hubungan badan maka itu adalah zina. Dia harus taubat dan pernikahannya harus diulangi, bila telah selesai istibra’ dengan satu kali haidh dari hubungan badan yang terakhir atau setelah melahirkan.

Status Anak Hasil Zina

Adapun nasab anak, ia dinasabkan kepada ibunya, bukan pada bapaknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ

“Anak dinasabkan kepada pemilik ranjang. Sedangkan laki-laki yang menzinai hanya akan mendapatkan kerugian.”[6]

Firasy adalah ranjang dan di sini maksudnya adalah si istri yang pernah digauli suaminya atau budak wanita yang telah digauli tuannya, keduanya dinamakan firasy karena si suami atau si tuan menggaulinya atau tidur bersamanya. Sedangkan makna hadits tersebut yakni anak itu dinasabkan kepada pemilik firasy. Namun karena si pezina itu bukan suami maka anaknya tidak dinasabkan kepadanya dan dia hanya mendapatkan kekecewaan dan penyesalan saja.

Inilah pendapat mayoritas ulama bahwa anak dari hasil zina tidak dinasabkan kepada bapaknya, alias dia adalah anak tanpa bapak. Namun anak tersebut dinasabkan pada ibu dan keluarga ibunya. Jika wanita yang hamil tadi dinikahi oleh laki-laki yang menzinainya, maka anaknya tetap dinasabkan pada ibunya. Sedangkan suami tersebut, status anaknya hanyalah seperti robib (anak tiri). Jadi yang berlaku padanya adalah hukum anak tiri. Wallahu a’lam.[7]

Bila seseorang meyakini bahwa pernikahan semacam ini (menikahi wanita hamil) itu sah, baik karena taqlid (ngekor beo) kepada orang yang membolehkannya atau dia tidak mengetahui bahwa pernikahannya itu tidak sah, maka status anak yang terlahir akibat pernikahan itu adalah anaknya dan dinasabkan kepadanya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Barangsiapa menggauli wanita dengan keadaan yang dia yakini pernikahan itu sah, maka nasab (anak) diikutkan kepadanya, dan dengannya berkaitanlah masalah mushaharah (kekerabatan) dengan kesepakatan ulama sesuai yang kami ketahui. Meskipun pada hakikatnya pernikahan itu batil (tidak teranggap) di hadapan Allah dan RasulNya, dan begitu juga setiap hubungan badan yang dia yakini tidak haram padahal sebenarnya haram, (maka nasabnya tetap diikutkan kepadanya)”.[8]

Ringkasnya, anak hasil zina itu tidak dinasabkan kepada laki-laki yang menzinai ibunya (walaupun itu jadi suaminya), konsekuensinya:

  1. Anak itu tidak berbapak.
  2. Anak itu tidak saling mewarisi dengan laki-laki itu.
  3. Bila anak itu perempuan dan di kala dewasa ingin menikah, maka walinya bukan laki-laki tadi, namun walinya adalah wali hakim, karena dia itu tidak memiliki wali.

Dan setelah baca ini mungkin ada yang mau komentar? Silakan. Atau mungkin masih mau berzina? Tolong pikir ulang ketika melakukannya. Siapkah anda malu? (jika masih punya malu kalau tidak nggih monggo). Siapkah dengan aib keluarga? Ini perlu dipikirkan juga, kasihan lo bapak sama ibu yang sudah membesarkan kalian pasti terluka. Siapkah menikah tanpa rencana? Nahh ini yang parah, menikah tanpa visi, misi apalagi rencana. Gimana mau rencana? Nikah aja dadakan.

Dan terakhir, tegakah kamu sama anak kamu nantinya? Bukan nasab nya ayah, ayah gak punya hak apa2 atas anak kamu apalagi hak waris dan bila anaknya perempuan siapkah kamu(ayah) malu ketika kamu tidak bisa jadi wali untuk menikahkan anak kamu nantinya? Mungkin masih lama sekali dan orang akan lupa, tapi ingat waktu anak kamu nikah maka akan dimintai akta nikah kamu juga. Betul nggak dia anak kamu. Bukannya nakut-nakutin lo serius, ini benar-benar layak kamu pertimbangkan juga. Jadi boleh tidak? Ahhh saya rasa kamu punya otak buat berpikir. Think again girls, karena kebanyakan yang dirugikan disini adalah kita para wanita.